makanan yang bisa menurunkan berat badan

 

Makanan Yang Bisa Menurunkan Berat Badan

Ketika Anda sedang menjaga pola makan untuk Makanan Yang Bisa Menurunkan Berat Badan berencana mengecilkan perut dan pinggang Anda, pilihlah makanan sehat yang rendah lemak, dengan tinggi serat dan protein. Hal ini dapat membantu Anda merasa kenyang lebih lama, dan dapat menciptakan tubuh yang sehat.

Menurut Rahmat Derocha, ahli diet Makanan Yang Bisa Menurunkan Berat Badan dan diabetes di Blue Cross Blue Shield of Michigan, Kunci untuk mendapatkan bentuk tubuh yang Anda inginkan selain dari berolahraga, juga terletak dari makanan yang Anda konsumsi. Para ahli kesehatan mengatakan Anda harus memiliki persediaan makanan yang mengandung banyak serat untuk melancarkan pencernaan.

Berikut terdapat 15 makanan yang dapat membantu Anda merasa kenyang lebih lama dan dapat mengecilkan perut dan pinggang Anda :

1.Rasberi
Buah yang tergolong kedalam kategori rasberti Makanan Yang Bisa Menurunkan Berat Badan seperti stroberi, blueberi, sangat baik untuk tubuh karena diperkaya vitamin C yang bermanfaat meningkatkan kekebalan tubuh. Selain mengandung serat yang baik untuk pencernaan dan fungsi usus, Anda juga merasa kenyang dalam jangka waktu lama bila mengonsumsi buah beri ini.

2.Paprika
Pelatih Kesehatan Dr Lori Shemek merekomendasikan, untuk menambahkan paprika pada makanan Anda. “Mengkonsumsi paprika, 30 menit sebelum makan dapat meningkatkan metabolisme tubuh Anda hingga 25 persen, dan juga dapat membuat pembakaran kalori secara lebih cepat , hal ini juga membuat Anda merasa kenyang lebih lama,” kata Shemek.

3.Kubis
Kubis adalah sumber yang kaya akan vitamin K penting, hal ini juga membantu Anda untuk tidak kembung.

4.Kacang-kacangan
Kacang-kacangan, seperti kacang mete, almond dan lainnya sangat baik dan mengandung lemak tak jenuh. Studi memperlihatkan bahwa orang yang mengonsumsi kacang-kacangan secara teratur lebih memungkin menurunkan berat badan dengan lebih mudah.

Sangat di sarankan untuk coba mengkonsumsi Nutrisi Herbalife yang dibuat khusus secara alami Membantu Program Diet Anda

Paket Menyusui

ff

PAKET IBU SETELAH MELAHIRKAN DAN MENYUSUI :

Paket cara cepat menurunkan berat badan setelah melahirkan dan sedang menyusui, dapat menurunkan berat badan min 4-5 kg dalam kurun  waktu 1 bulan. Yaitu terdiri dari :

5.Oatmeal
Oatmeal menjadi makanan favorit bagi orang yang sadar diet. Makanan jenis ini mengurangi lemak berlebih di bagian perut. Makanan ini membantu menjaga kadar gula darah Anda, sehingga Anda tidak lapar secara tiba-tiba. Oatmeal memiliki kandungan serat yang baik untuk pencernaan.

6.Telur
Telur merupakan sarapan yang baik Makanan Yang Bisa Menurunkan Berat Badan untuk tubuh. Berdasarkan penelitian, telur mengalahkan karbohidrat dalam hal mengenyangkan dan bisa membuat kita tahan untuk tidak memakan cemilan. Di sinilah terbukti telur mampu membantu menurunkan 65 persen berat tubuh.

7. Cabai merah
Bagi orang Asia, cabai bisa Makanan Yang Bisa Menurunkan Berat Badan memicu nafsu makan. Tapi, bagi orang Barat, menambahkan sedikit rasa pedas pada makanan bisa menjadi cara efektif untuk menurunkan berat badan. Sepiring cabai cayyene atau jalapeno atau cabai merah mengandung Capsaicin, pemicu rasa pedas pada cabai, yang menurut para ilmuwan bisa menurunkan selera makan dan mengurangi jumlah makanan di kemudian harinya. Komponen yang sama pada cabai juga bisa menghilangkan cadangan lemak.

Makanan Yang Bisa Menurunkan Berat Badan

Ladies, buah pepaya adalah salah satu jenis buah Makanan Yang Bisa Menurunkan Berat Badan berwarna oranye kemerahan yang mudah didapatkan di Indonesia. Buah ini mungkin tidak termasuk buah mahal, namun khasiatnya bisa menjauhkan Anda dari biaya pengobatan ke rumah sakit.

Pepaya merupakan buah tropis yang mampu Makanan Yang Bisa Menurunkan Berat Badan membantu Anda menurunkan berat badan. Tentu saja bukan berarti Anda harus mengganti semua makanan Anda dengan menu pepaya. Seimbangkan juga kebutuhan tubuh Anda dengan variasi makanan lain seperti sayur dan buah.

Makanan Yang Bisa Menurunkan Berat Badan

Pepaya mengandung 11% kebutuhan serat harian yang dibutuhkan oleh tubuh dan membantu melancarkan proses pencernaan Anda. Kandungan serat pepaya ini mampu mencegah kenaikan gula darah yang meningkat tajam akibat makan tak terkontrol. Biasanya, akibat konsumsi karbohidrat yang mengandung gula dalam jumlah banyak, berat badan kita cepat melonjak.

Bila Anda ingin mencari buah yang tepat Makanan Yang Bisa Menurunkan Berat Badan untuk sarapan, maka pepaya adalah jawabannya, karena buah ini mampu membantu melancarkan buang air besar secara rutin. Makanlah buah pepaya lebih dahulu sebelum konsumsi makanan berat agar khasiatnya lebih bisa didapatkan. Anda juga bisa mengganti sarapan pagi yang biasanya berupa nasi dan lauk pauk dengan jus pepaya yang dikombinasi dengan buah lainnya.

Buah pepaya juga merupakan buah yang kaya Makanan Yang Bisa Menurunkan Berat Badan akan vitamin dan mampu menjadi penangkal kanker. Selain buahnya, konsumsi juga daunnya. Meski pahit, daun pepaya bisa membantu mengurangi jerawat dan bekasnya di kulit kita, lho, Ladies. Jangan lupa lakukan olahraga dan hindari makanan-makanan yang dapat mengganggu program diet Anda.

 

 

Incoming search terms:

makanan yg menandung zat kapurmengapa perut buncit dan nyeri seperti ada angin yg menekan diperutwaktu yang tepat memakan pepaya agar dapat menghancurkan lemakmakanan yang bisa melunturkan lemak dalam perutmakanan yang bisa melunturkan lemakmakanan apa saja yang bisa nurunin berat badan dan menghilangkan lemakmacam-macam buah untuk ngurangi lemakmacam macam daun yang dapat melancarkan bab dan melunturkan lemak tubuhl-man sixpaxjenis makanan yang bisa membuang lemak di pinggulmakanan yang bisa menghancurkan lemak di perutmakanan yang bisa menurunkan berat badanmakanan yang dapat membantu mengecilkan paha dan membuang kelebihan lemak pada badanmakanan yang membantu meluruhkan lemak diperutmakanan yg dlarang untuk yg berjerawatmenghilangkan cadangan lemak di pahaobat yang terbukti untuk menghilangkan lemak diperutpepaya cocok ga buat menurunkan kegemukan pada kenaripola makan yang bisa menghancurkan lemakramuan tradisional mengecilkan perut dengan cepat dan mudah dalam waktu 1 minggu yang terdapat di pasaran

Alat Pencernaan Manusia

Alat Pencernaan Manusia

Sistem Alat Pencernaan Manusia   terdiri atas beberapa organ. Organ tersebut mencerna makanan melalui proses mekanik maupun kimiawi. Berikut penjelasan organ-organ pencernaan pada manusia.

1. Mulut

Mulut merupakan organ pencernaan yang pertama sebagai Alat Pencernaan Manusia bertugas dalam proses pencernaan makanan. Fungsi utama mulut adalah untuk menghancurkan makanan sehingga ukurannya cukup kecil untuk dapat ditelan ke dalam perut. Mulut dapat menghaluskan makanan karena di dalam mulut terdapat gigi dan lidah. Gigi berfungsi menghancurkan makanan. Adapun fungsi lidah adalah membolak-balikan makanan sehingga semua makanan dihancurkan secara merata. Selain itu, lidah berfungsi membantu menelan makanan. Gigi dan lidah termasuk alat pemroses pencernaan secara mekanis.

Selain mencerna makanan secara mekanis, di mulut juga terjadi pencernaan secara kimiawi. Pencernaan secara kimiawi dimungkinkan karena kelenjar air liur menghasilkan ludah yang mengandung air, lendir, dan enzim ptialin. Air dan lendir berguna untuk melumasi rongga mulut dan membantu proses menelan. Adapun enzim ptialin mengubah amilum menjadi karbohidrat yang lebih sederhana, yaitu maltosa. Cobalah kunyah nasi putih dalam waktu yang cukup lama. Bagaimanakah rasa nasi tadi? Setelah dikunyah di mulut beberapa lama, nasi terasa agak manis, bukan? Hal tersebut dapat terjadi karena sebagian amilum pada nasi terurai menjadi maltosa yang rasanya agak manis. Oleh karena itu, nasi terasa sedikit manis setelah dikunyah agak lama. Dalam mulut selain terdapat gigi juga terdapat lidah. Lidah merupakan indra pengecap yang kita miliki. Karena lidahlah kamu dapat merasakan nikmatnya makanan. Walaupun rasa sesungguhnya hanya dirasakan selama makanan ada di mulut, namun rasa akan meningkatkan selera makan. Tanpa adanya rasa kamu akan cenderung tidak nafsu makan.

Hal ini dapat kamu rasakan sendiri. Jika ada makanan yang enak, kamu akan makan dengan lahap dan banyak. Sebaliknya, jika makanan terasa tidak enak, kamu akan cenderung malas memakannya atau hanya memakan sedikit saja. Oleh karena itu, kamu patut bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberimu lidah sehingga kamu dapat merasakan nikmatnya makanan. Mulut Organ Pencernaan

2. Kerongkongan

Setelah dikunyah di mulut, makanan ditelan agar masuk ke lambung melalui suatu saluran yang disebut kerongkongan.  Kerongkongan atau esophagus merupakan Alat Pencernaan Manusia yang berfungsi menyalurkan makanan dari mulut ke lambung. Di dalam lehermu sesungguhnya terdapat dua saluran, yaitu kerongkongan (letaknya di belakang) dan tenggorokan atau trakea (letaknya di depan). Kerongkongan merupakan saluran pencernaan Yang menghubungkan antara mulut dengan lambung. Tenggorokan merupakan saluran pernapasan yang menghubungkan antara rongga mulut dengan paru-paru. Oleh karena itu, di bagian dalam mulut terdapat persimpangan dua saluran yang dijaga oleh sebuah klep yang disebut epiglotis. Pada waktu bernapas, klep tersebut membuka sehingga udara dapat masuk ke tenggorokan. Sewaktu menelan makanan, klep tersebut akan menutup tenggorokan sehingga makanan tidak masuk ke tenggorokan. Jadi, klep tersebut berfungsi menjaga kerja antara kerongkongan dan tenggorokan agar proses pencernaan dan pernapasan dapat berjalan dengan lancar

Pada saat melewati kerongkongan, makanan didorong masuk ke lambung oleh adanya gerak peristaltik otot-otot kerongkongan. Hal ini dikarenakan dinding kerongkongan tersusun atas otot polos yang melingkar dan memanjang serta berkontraksi secara bergantian. Akibatnya, makanan berangsur-angsur terdorong masuk ke lambung. Di kerongkongan makanan hanya lewat saja dan tidak mengalami pencernaan.

3. Lambung

merupakan Alat Pencernaan Manusia  yang berbentuk kantung. Dinding lambung tersusun dari otot-otot yang memanjang, melingkar, dan menyerong. Hal ini memungkinkan makanan yang masuk ke dalam lambung dibolak-balik dan diremas lagi sehingga menjadi lebih halus. Makanan yang dikunyah di mulut belumlah cukup halus. Oleh karena itu, perlu dihaluskan lagi di lambung. Agar lambung kamu tidak bekerja terlalu berat, sebaiknya kamu mengunyah makananmu sampai halus benar sebelum menelannya. Selain mencerna makanan secara mekanis, lambung juga mencerna makanan secara kimiawi. Lambung menghasilkan suatu cairan yang mengandung air, lendir, asam lambung (HCl), serta enzim renin dan pepsinogen.

Karena sifatnya yang asam, cairan lambung dapat membunuh kuman yang masuk bersama makanan. Sementara itu, enzim renin akan menggumpalkan protein susu yang ada dalam air susu sehingga dapat dicerna lebih lanjut. Pepsinogen akan diaktifkan oleh HCl menjadi pepsin yang berfungsi memecah protein menjadi pepton.

4. Usus Halus

Setelah dicerna di lambung makanan akan masuk ke usus halus. Usus halus terdiri atas tiga bagian, yaitu usus dua belas jari (duodenum), usus kosong (jejunum), dan usus penyerapan (ileum).

Usus dua belas jari dan usus kosong berperan penting dalam Alat Pencernaan Manusia (makanan )secara kimiawi. Di usus dua belas jari ini kantong empedu dan pankreas mengeluarkan cairan pencernaannya. Empedu yang dihasilkan oleh kantong empedu akan berperan dalam pencernaan lemak dengan cara mengemulsikan lemak sehingga dapat dicerna lebih lanjut.

Cairan pankreas mengandung enzim-enzim pencernaan penting, yaitu tripsinogen, amilase, dan lipase. Tripsinogen diaktifkan oleh enterokinase menjadi tripsin yang berfungsi mencerna protein menjadi asam amino. Amilase akan mencerna amilum menjadi glukosa, sedangkan lipase mencerna lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Selain enzim-enzim tersebut usus halus juga menghasilkan enzim-enzim lain yang membantu pencernaan makanan, seperti peptidase dan maltase. Secara sederhana proses pencernaan secara kimiawi yang terjadi di usus halus dapat diringkas sebagai berikut.

Pencernaan makanan berakhir di ileum. Di sini makanan yang telah dicerna akan diserap dinding ileum. Glukosa, asam amino, mineral, dan vitamin akan diserap melalui pembuluh darah dinding ileum. Adapun asam lemak dan gliserol akan diserap melalui pembuluh getah bening. Pembuluh getah bening ini pada akhirnya akan bermuara pada pembuluh darah sehingga sari-sari makanan dapat diedarkan ke seluruh tubuh.

5. Usus Besar

Zat-zat yang tidak diserap usus halus selanjutnya akan masuk ke usus besar atau kolon. Di usus besar ini terjadi penyerapan air dan pembusukan sisa-sisa makanan oleh bakteri pembusuk. Pembusukan dilakukan oleh bakteri yang hidup di usus. Akhirnya sisa makanan akan dikeluarkan dalam bentuk kotoran (feces) melalui anus.

Pada usus besar terdapat bagian yang disebut usus buntu. Pada manusia, fungsi usus buntu tidak jelas. Pada hewan-hewan pemakan tumbuhan, seperti kelinci dan marmot, usus buntu Alat Pencernaan Manusia membantu mencerna selulosa.

Alat Pencernaan Manusia – Organ-Organ Pencernaan

Proses pencernaan merupakan suatu proses yang melibatkan

organ-organ pencernaan dan kelenjar-kelenjar pencernaan. Antara

proses dan organ-organ serta kelenjarnya merupakan kesatuan

sistem pencernaan. Sistem pencernaan berfungsi memecah bahan-

bahan makanan menjadi sari-sari makanan yang siap diserap dalam

tubuh.

 

Berdasarkan prosesnya, pencernaan makanan dapat dibedakan

menjadi dua macam seperti berikut.

1. Proses mekanis, yaitu pengunyahan oleh gigi dengan dibantu

lidah serta peremasan yang terjadi di lambung.

2. Proses kimiawi, yaitu pelarutan dan pemecahan makanan oleh

enzim-enzim pencernaan dengan mengubah makanan yang ber-

molekul besar menjadi molekul yang berukuran kecil.

 

Makanan mengalami proses pencernaan sejak makanan berada

di dalam mulut hingga proses pengeluaran sisa-sisa makanan hasil

pencernaan. Adapun proses pencernaan makanan meliputi hal-hal

berikut.

1. Ingesti: pemasukan makanan ke dalam tubuh melalui mulut.

2. Mastikasi: proses mengunyah makanan oleh gigi.

3. Deglutisi: proses menelan makanan di kerongkongan.

4. Digesti: pengubahan makanan menjadi molekul yang lebih

sederhana dengan bantuan enzim, terdapat di lambung.

5. Absorpsi: proses penyerapan, terjadi di usus halus.

6. Defekasi: pengeluaran sisa makanan yang sudah tidak berguna

untuk tubuh melalui anus.

Saat melakukan proses-proses pencernaan tersebut diperlukan

serangkaian alat-alat pencernaan sebagai berikut.

 

1. Mulut

Alat Pencernaan Manusia adalah mulut karena Makanan pertama kali masuk ke dalam tubuh melalui mulut. Makanan ini mulai dicerna secara mekanis dan kimiawi. Di dalam

mulut

 

a. Gigi

Pada manusia, gigi berfungsi sebagai Alat Pencernaan Manusia mekanis. Di sini, gigi membantu memecah makanan menjadi potongan-potongan yang lebih kecil. Hal ini akan membantu enzim-enzim pencernaan agar dapat mencerna makanan lebih efisien dan cepat. Selama pertumbuhan dan perkembangan, gigi manusia mengalami perubahan, mulai dari

gigi susu dan gigi tetap (permanen). Gigi pertama pada bayi dimulai saat usia 6 bulan. Gigi pertama ini disebut gigi susu (dens lakteus). Pada anak berusia 6 tahun, gigi berjumlah 20, dengan susunan sebagai berikut.

1) Gigi seri (dens insisivus), berjumlah 8 buah, berfungsi

memotong makanan.

2) Gigi taring (dens caninus), berjumlah 4 buah, berfungsi

merobek makanan.

3) Gigi geraham kecil (dens premolare), berjumlah 8 buah,

berfungsi mengunyah makanan.

 

Struktur luar gigi terdiri

atas bagian-bagian berikut.

1) Mahkota gigi (corona) merupakan bagian yang tampak dari luar.

2) Akar gigi (radix) merupakan bagian gigi yang tertanam di dalam rahang.

3) Leher gigi (colum) merupakan bagian yang terlindung oleh gusi.

sangat di sarankan untuk coba mengkonsumsi Nutrisi Herbalife yang di buat secara khusus secara alami membantu diet alami

cc

PAKET B :

Paket Cara Menguruskan Badan min 7 kg dalam kurun waktu 1 bulan. Yang terdiri dari :

Adapun penampang gigi dapat diperlihatkan bagian-

bagiannya sebagai berikut.

1) Email (glazur atau enamel) merupakan bagian terluar gigi. Email merupakan struktur terkeras dari tubuh, mengandung 97% kalsium dan 3% bahan organik.

2) Tulang gigi (dentin), berada di sebelah dalam email, tersusun atas zat dentin.

3) Sumsum gigi (pulpa), merupakan bagian yang paling dalam. Di pulpa terdapat kapiler, arteri, vena, dan saraf.

4) Semen merupakan pelapis bagian dentin yang masuk ke rahang.

 

b. Lidah

Lidah dalam sistem pencernaan berfungsi untuk mem- bantu mencampur dan menelan makanan, mempertahankan makanan agar berada di antara gigi-gigi atas dan bawah saat makanan dikunyah serta sebagai alat perasa makanan. Lidah dapat berfungsi sebagai alat perasa makanan karena mengandung banyak reseptor pengecap atau perasa. Lidah tersusun atas otot lurik dan permukaannya dilapisi dengan lapisan epitelium yang banyak mengandung kelenjar lendir

(mukosa).

 

c. Kelenjar ludah

Terdapat tiga pasang kelenjar ludah di dalam rongga mulut, yaitu glandula parotis, glandula submaksilaris, dan glandula sublingualis atau glandula submandibularis. Amati gambar 6.4

agar Anda mengenali letak ketiga kelenjar ludah tersebut.

 

Air ludah berperan penting dalam proses perubahan zat makanan secara kimiawi yang terjadi di dalam mulut. Setelah makanan dilumatkan secara mekanis oleh gigi, air ludah ber-

peran secara kimiawi dalam proses membasahi dan mem- buat makanan menjadi lembek agar mudah ditelan. Ludah terdiri atas air (99%) dan enzim amilase. Enzim ini meng- uraikan pati dalam makanan menjadi gula sederhana (glukosa dan maltosa). Makanan yang telah dilumatkan

dengan dikunyah dan dilunakkan di dalam mulut oleh air liur disebut bolus. Bolus ini diteruskan ke sistem Alat Pencernaan Manusia selanjutnya.

 

2. Kerongkongan (Esofagus)

Kerongkongan merupakan saluran panjang (± 25 cm) yang tipis sebagai jalan bolus dari mulut menuju ke lambung. Fungsi kerongkongan ini sebagai jalan bolus dari mulut menuju lambung. Bagian dalam kerongkongan senantiasa basah oleh cairan yang dihasilkan oleh kelenjar-kelenjar yang terdapat pada dinding kerongkongan untuk menjaga agar bolus menjadi basah dan licin. ini akan mempermudah bolus bergerak melalui

kerongkongan menuju ke lambung. Bergeraknya bolus dari mulut

 

ke lambung melalui kerongkongan disebabkan adanya gerak peristaltik pada otot dinding kerongkongan. Gerak peristaltik dapat terjadi karena adanya kontraksi otot secara bergantian pada lapisan otot yang tersusun secara me- manjang dan melingkar. Proses gerak bolus di dalam kerongkongan menuju lambung

 

Sebelum seseorang mulai makan, bagian belakang mulut (atas)  terbuka sebagai jalannya udara dari hidung. Di kerongkongan, epiglotis yang seperti gelambir mengendur sehingga udara masuk ke paru-paru. Ketika makan, makanan dikunyah dan ditelan masuk ke dalam kerongkongan. Sewaktu makanan bergerak menuju kerongkongan, langit-langit lunak beserta jaringan mirip gelambir di bagian belakang mulut (uvula) terangkat ke atas dan menutup saluran hidung. Sementara itu, sewaktu makanan bergerak ke arah tutup trakea, epiglotis akan menutup sehingga makanan tidak masuk dan paru-paru tetapi makanan tetap masuk ke kerongkongan.

 

3. Lambung

Lambung merupakan saluran pencernaan yang berbentuk kantung, terletak di bawah sekat rongga badan. Dengan

Alat Pencernaan Manusiaa

  1. Bagian atas disebut kardiak, merupakan bagian yang ber-

batasan dengan esofagus.

b. Bagian tengah disebut fundus, merupakan bagian badan

atau tengah lambung.

c. Bagian bawah disebut pilorus, yang berbatasan dengan

usus halus.

Daerah perbatasan antara lambung dan kerongkongan ter dapat otot sfinkter kardiak yang secara refleks akan terbuka bila bolus masuk. Sementara itu, di bagian pilorus terdapat otot

 

yang disebut sfinkter pilorus. Otot-otot lambung ini dapat ber-

kontraksi seperti halnya otot-otot kerongkongan. Apabila otot-

otot ini berkontraksi, otot-otot tersebut menekan, meremas, dan

mencampur bolus-bolus tersebut menjadi kimus (chyme).

 

Sementara itu, pencernaan secara kimiawi dibantu oleh

getah lambung. Getah ini dihasilkan oleh kelenjar yang terletak

pada dinding lambung di bawah fundus, sedangkan bagian dalam

dinding lambung menghasilkan lendir yang berfungsi melindungi

dinding lambung dari abrasi asam lambung, dan dapat beregenerasi

bila cidera. Getah lambung ini dapat dihasilkan akibat rangsangan

bolus saat masuk ke lambung. Getah lambung mengandung

bermacam-macam zat kimia, yang sebagian besar terdiri atas

air. Getah lambung juga mengandung HCl/asam lambung dan

enzim-enzim pencernaan seperti renin, pepsinogen, dan lipase.

 

Asam lambung memiliki beberapa fungsi berikut.

a. Mengaktifkan beberapa enzim yang terdapat dalam getah

lambung, misalnya pepsinogen diubah menjadi pepsin. Enzim

ini aktif memecah protein dalam bolus menjadi proteosa dan

pepton yang mempunyai ukuran molekul lebih kecil.

b. Menetralkan sifat alkali bolus yang datang dari rongga mulut.

c. Mengubah kelarutan garam mineral.

d. Mengasamkan lambung (pH turun 1–3), sehingga dapat

membunuh kuman yang ikut masuk ke lambung bersama

bolus.

e. Mengatur membuka dan menutupnya katup antara lambung

dan usus dua belas jari.

f. Merangsang sekresi getah usus.

 

Enzim renin dalam getah lambung berfungsi mengendapkan

kasein atau protein susu dari air susu. Lambung dalam suasana

asam dapat merangsang pepsinogen menjadi pepsin. Pepsin

ini berfungsi memecah molekul-molekul protein menjadi molekul-

molekul peptida. Sementara itu, lipase berfungsi mengubah

lemak menjadi asam lemak dan gliserol.

Selanjutnya, kimus akan masuk ke usus halus melalui suatu

sfinkter pilorus yang berukuran kecil. Apabila otot-otot ini

berkontraksi, maka kimus didorong masuk ke usus halus sedikit

demi sedikit.

 

4. Usus halus

Usus halus merupakan saluran berkelok-kelok yang

panjangnya sekitar 6–8 meter, lebar 25 mm dengan banyak

lipatan yang disebut vili atau jonjot-jonjot usus. Vili ini berfungsi

memperluas permukaan usus halus yang berpengaruh terhadap

proses penyerapan makanan. Lakukan eksperimen berikut untuk

mengetahui pengaruh lipatan terhadap proses penyerapan.

 

Usus halus terbagi menjadi tiga bagian seperti berikut:

a. duodenum (usus 12 jari), panjangnya ± 25 cm,

b. jejunum (usus kosong), panjangnya ± 7 m,

c. ileum (usus penyerapan), panjangnya ± 1 m.

 

Kimus yang berasal dari lambung mengandung molekul-

molekul pati yang telah dicernakan di mulut dan lambung,

molekul-molekul protein yang telah dicernakan di lambung,

molekul-molekul lemak yang belum dicernakan serta zat-zat lain.

Selama di usus halus, semua molekul pati dicernakan lebih

sempurna menjadi molekul-molekul glukosa. Sementara itu

molekul-molekul protein dicerna menjadi molekul-molekul asam

amino, dan semua molekul lemak dicerna menjadi molekul

gliserol dan asam lemak.

 

Pencernaan makanan yang terjadi di usus halus lebih banyak

bersifat kimiawi. Berbagai macam enzim diperlukan untuk

membantu proses pencernaan kimiawi ini.

Hati, pankreas, dan kelenjar-kelenjar yang terdapat di dalam

dinding usus halus mampu menghasilkan getah pencernaan.

Getah ini bercampur dengan kimus di dalam usus halus. Getah

pencernaan yang berperan di usus halus ini berupa cairan

empedu, getah pankreas, dan getah usus.

 

a. Cairan Empedu

Cairan empedu berwarna kuning kehijauan, 86% berupa

air, dan tidak mengandung enzim. Akan tetapi, mengandung

mucin dan garam empedu yang berperan dalam pencernaan

makanan. Cairan empedu tersusun atas bahan-bahan

berikut.

1) Air, berguna sebagai pelarut utama.

2) Mucin, berguna untuk membasahi dan melicinkan

duodenum agar tidak terjadi iritasi pada dinding usus.

3) Garam empedu, mengandung natrium karbonat yang

mengakibatkan empedu bersifat alkali. Garam empedu

juga berfungsi menurunkan tegangan permukaan lemak

dan air (mengemulsikan lemak).

 

Cairan ini dihasilkan oleh hati. Perhatikan Gambar 6.9.

Hati merupakan kelenjar pencernaan terbesar dalam tubuh

yang beratnya ± 2 kg. Dalam sistem pencernaan, hati

berfungsi sebagai pembentuk empedu, tempat penimbunan

zat-zat makanan dari darah dan penyerapan unsur besi dari

darah yang telah rusak. Selain itu, hati juga berfungsi

membentuk darah pada janin atau pada keadaan darurat,

pembentukan fibrinogen dan heparin untuk disalurkan ke

peredaran darah serta pengaturan suhu tubuh.

 

Empedu mengalir dari hati melalui saluran empedu dan

masuk ke usus halus. Dalam proses pencernaan ini, empedu

berperan dalam proses pencernaan lemak, yaitu sebelum

lemak dicernakan, lemak harus bereaksi dengan empedu

terlebih dahulu. Selain itu, cairan empedu berfungsi

menetralkan asam klorida dalam kimus, menghentikan

aktivitas pepsin pada protein, dan merangsang gerak

peristaltik usus.

 

b. Getah Pankreas

Getah pankreas dihasilkan di dalam organ pankreas.

Pankreas ini berperan sebagai kelenjar eksokrin yang

menghasilkan getah pankreas ke dalam saluran pencernaan

dan sebagai kelenjar endokrin yang menghasilkan hormon

insulin. Hormon ini dikeluarkan oleh sel-sel berbentuk pulau-

pulau yang disebut pulau-pulau langerhans. Insulin ini

berfungsi menjaga gula darah agar tetap normal dan

mencegah diabetes melitus.

 

Getah pankreas ini dari pankreas mengalir melalui

saluran pankreas masuk ke usus halus. Dalam pankreas

terdapat tiga macam enzim, yaitu lipase yang membantu dalam

pemecahan lemak, tripsin membantu dalam pemecahan pro-

tein, dan amilase membantu dalam pemecahan pati.

 

c. Getah Usus

Pada dinding usus halus banyak terdapat kelenjar yang

mampu menghasilkan getah usus. Getah usus mengandung

enzim-enzim seperti berikut.

1) Sukrase, berfungsi membantu mempercepat proses pe-

mecahan sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa.

2) Maltase, berfungsi membantu mempercepat proses

pemecahan maltosa menjadi dua molekul glukosa.

3) Laktase, berfungsi membantu mempercepat proses

pemecahan laktosa menjadi glukosa dan galaktosa.

4) Enzim peptidase, berfungsi membantu mempercepat

proses pemecahan peptida menjadi asam amino.

 

Monosakarida, asam amino, asam lemak, dan gliserol

hasil pencernaan terakhir di usus halus mulai diabsorpsi atau

diserap melalui dinding usus halus terutama di bagian

jejunum dan ileum. Selain itu vitamin dan mineral juga

diserap. Vitamin-vitamin yang larut dalam lemak,

penyerapannya bersama dengan pelarutnya, sedangkan

vitamin yang larut dalam air penyerapannya dilakukan oleh

jonjot usus.

 

Penyerapan mineral sangat beragam berkaitan dengan

sifat kimia tiap-tiap mineral dan perbedaan struktur bagian-

bagian usus. Sepanjang usus halus sangat efisien dalam

penyerapan Na+, tetapi tidak untuk Cl

–, HCO3

–, dan ion-ion

bivalen. Ion K+

penyerapannya terbatas di jejunum.

Penyerapan Fe++ terjadi di duodenum dan jejunum.

Proses penyerapan di usus halus ini dilakukan oleh villi

(jonjot-jonjot usus). Di dalam villi ini terdapat pembuluh darah,

pembuluh kil (limfa), dan sel goblet. Di sini asam amino dan

glukosa diserap dan diangkut oleh darah menuju hati melalui

sistem vena porta hepatikus, sedangkan asam lemak

bereaksi terlebih dahulu dengan garam empedu membentuk

emulsi lemak. Emulsi lemak bersama gliserol diserap ke

dalam villi. Selanjutnya di dalam villi, asam lemak dilepaskan,

kemudian asam lemak mengikat gliserin dan membentuk

lemak kembali. Lemak yang terbentuk masuk ke tengah villi,

yaitu ke dalam pembuluh kil (limfa).

 

Melalui pembuluh kil, emulsi lemak menuju vena sedang-

kan garam empedu masuk ke dalam darah menuju hati dan

dibentuk lagi menjadi empedu. Bahan-bahan yang tidak dapat

diserap di usus halus akan didorong menuju usus besar

(kolon).

 

5. Usus besar

Usus besar atau kolon memiliki panjang ± 1 meter dan terdiri

atas kolon ascendens, kolon transversum, dan kolon descendens.

Di antara intestinum tenue (usus halus) dan intestinum

crassum (usus besar) terdapat sekum (usus buntu).

Pada ujung sekum terdapat tonjolan kecil yang disebut

appendiks (umbai cacing) yang berisi massa sel darah

putih yang berperan dalam imunitas.

 

Zat-zat sisa di dalam usus besar ini didorong ke

bagian belakang dengan gerakan peristaltik. Zat-zat sisa

ini masih mengandung banyak air dan garam mineral

yang diperlukan oleh tubuh. Air dan garam mineral

kemudian diabsorpsi kembali oleh dinding kolon, yaitu

kolon ascendens. Zat-zat sisa berada dalam usus besar

selama 1 sampai 4 hari. Pada saat itu terjadi proses

pembusukan terhadap zat-zat sisa dengan dibantu

bakteri Escherichia coli, yang mampu membentuk

vitamin K dan B12. Selanjutnya dengan gerakan

peristaltik, zat-zat sisa ini terdorong sedikit demi sedikit

ke saluran akhir dari pencernaan yaitu rektum dan

akhirnya keluar dengan proses defekasi melewati anus.

 

Defekasi diawali dengan terjadinya penggelembungan bagian

rektum akibat suatu rangsang yang disebut refleks gastrokolik.

Kemudian akibat adanya aktivitas kontraksi rektum dan otot

sfinkter yang berhubungan mengakibatkan terjadinya defekasi.

Di dalam usus besar ini semua proses pencernaan telah selesai

dengan sempurna.

Incoming search terms:

cara ikan mencerna makanan melalui apa sajacara menghilangkan lemak agar cepat hamilcara menghilangkn sesak nafas diperutcara ikan mencerna makananfungsi usus buntu pada ikancara menghilangkan lemak pada ikanCara menghilangkan lemak di tenggorokancara menghilangkan lemak di perut biar cepat hamilCara menghilangkan lemak dalam perut agar cepat hamilair liur pada sistem pencernaan ikancara mengeluarkan kuman dari alat cernacara garam karbonat mencerna lemakalat yang di taruh di mulut kalo sesak nafas namanya apaair ludah pada ikanStruktur Alat pencernaan pada ikan